Postingan

Lelaki itu?

Lelaki itu?. Ketika itu cuaca lagi berada pada tingkat damai-damainya begitu pun suasananya begitu riang ada banyak tawa yang bisa kita temui, jika waktu sore itu tiba kita akan di sunggukan dengan suasana canda tawa anak-anak yang senang menendang bola kesana kemari bermandikan keringat keceriaan, seakan tak ada lagi hal yang perlu di khawatirkan di dunia ini. Mungkin begitu yang ada dalam benak mereka. Melihat sepasang tua suami istri yang baru saja pulang sehabis menjenguk anak tanaman mereka di kebun, dua minggu waktu berlalu paska gerakan menanam serentak yang selalu rutin di lakukan oleh petani di desa ini. Tanaman jagung itu tumbuh semangat setinggi mata kaki orang dewasa. Memang tak ada yang perlu di khawatirkan. Sementara beberapa meter tidak jauh dari jarak kebun seorang lelakai dari tanah perantauan memajang gambarnya di sebuah persimpangan jalan. Orang-orang menjuluki gambar itu dengan sebutan [lelaki yang di jalan bersama cvnya]. Entah apa yang mereka maksud dengan s...

Yuk... ke pajamara.

 Yuk…. Ke pajamara. Pernakah kamu merasa bosan terhadap sesuatu yang kamu lakukan berulang kali?...Atau pengen keluar rumah untuk sekedar jalan-jalan, tetapi kamu bingung mau kemana? Ke tempat wisata semisal pantai justru membuat hatimu bertambah risau, ke tempat spot-spot foto dengan niat hati yang ceria justru rusak sebap melihat tingkah orang-orang alay yang tengah berselfi berlebihan. Atau bahkan ke tempat yang jarang orang kunjungi tetapi setibanya di sana justru bertemu dengan orang yang tengah asik pacaran dan berpontensi membuat suasana hatimu menjadi tidak baik, risih, gerah, pengen cepat-cepat pulang kerumah. Apalagi kamu seorang yang tengah jomblo. Keluar rumah atau jalan-jalan tak selamanya melulu tempat wisata semisal pantai atau tempat lain yang jusrtu terkesan membosankan dan mungkin tak ada manfaatnya untukmu.  Bagaimana jika wisata ke pantai kita ubah sementara menjadi wisata literasi. Semisal ke taman baca pajamara, sebuah TBM yang berada di tengah-tengah des...

Tiga Orang Remaja Yang Takut Pada Temannya Sendiri

Gambar
  Tiga orang remaja yang takut pada temannya sendiri . Jika boleh jujur mereka berjumlah empat orang, bodohnya mereka menyadari itu, akan tetapi imajinasi mereka tak percaya terhadap jumlah mereka,. Entahlah barangkali imajinasi mereka yang berlebihan atau mungkin rasah takut itu sendiri yang berlebihan atau mungkin ini adalah sesuatu yang tak normal adanya sehingga reaksi yang mereka keluarkan seperti seorang yang mengalami ganguang psikologi ringan terhadap pribadi mereka masing-masing. Saya sendiri mengenal pribadi luar mereka masing-masing, mereka perempun remaja yang begitu percaya diri., Yah. Walau apa yang mereka pertontonkan malam itu sangat tidak di pahami setidaknya saya sendiri pada malam itu yang melihat ketakutan mereka yang bagi saya itu adalah Sesuatu yang konyol untuk remaja yang seumuran mereka. Bukan. Apa yang di takutkan mereka malam itu memang benar-benar sangat tidak jelas dan benar malam itu adalah malam yang tak begitu layak untuk menjadi sebuah cerita ...

Panen Kacang Ijo, Harus Belajar Kagebunshin no jutshu Lebih Dulu.

Gambar
Panen kacang ijo, harus belajar kagebunshin no jutshu lebih dulu. Beberapa bulan sebelum saya menulis ini, saya dan beberapa teman membentuk kelompok tani, bukan tampa nama, kelompok tani kami punya nama khusus seperti komunitas atau kumpulan-kumpulan orang di luar sana,. Namun kelompok tani kami punya nama yang mungkin terbilang tidak jelas, pasalnya ada beberapa nama yang kami sering sebut ketika sedang istrahat di tengah pekerjaan antara lain nama-nama yang di maksud itu. ! 1. Petani bahagia 2. Petani hedon 3. Kelompok kawita-kawita Dari tiga nama itu kami tak pernah bersepakat memilih salah satu di antaranya untuk menjadi nama kumpulan kami, karena tidak adanya kesepakatan dari semua tim., Yah. mungkin karena nama hanya sebuah simbol itu kenapa semua personil dalam kumpulan kami tidak terlalu tanggap dengan sebuah nama. Lagian hanya simbol formalitas doang. Begitu katanya sih.! Dan pada akhirnya karena tidak adanya kesepakatan untuk memilih satu dari k...

Di Zaman Yang Keterlaluan Ini Tuntutan Menjelma Seperti Monster

Gambar
Di zaman yang keterlaluan ini, tuntutan menjelma seperti monster.  ahmad adalah seorang guru magang di salah satu sekolah dasar di sebuah kecamatan bebarapa tahun yang lalu sebelum ini, ia baru saja menamatkan pedidikan perguruan tingginya di salah satu kampus ternama di Yogyakarta, setelah tamat kuliah ia balik ke kampung halamannya sampai di kampung halamannya ia beberapa tahun mengangur tampa perkejaan yang jelas sebab di zaman yang keterlaluan begini memcari pekerjaan adalah hal yang cukup sulit apalagi di kecamatan yang kecil ini yang hanya ada beberapa desa namun tak cukup banyak waktu untuk berfikir lebih matang sebab mengingat tekanan sosial dari tentangga dan beberapa mesyarakat mencibir dan bergosip tentang dirinya, dan juga keluarga orang tuanya sudah muak melihat dia sebagai seorang lulusan sarjana hidup sehari-hari tanpa sebuah pekerjaan yang jelas lantas karena tekanan itulah ia memutuskan untuk magang di sebuah sekolah dasar hanya untuk mengurangi tekanan ...

Kadang Sampai Di Sini Saya Bingung

Gambar
Kadang sampai di sini saya bingung. Di zaman yang keterlaluan begini beberapa orang membanting berbagai macan hal yang bahkan paling penting termaksud harga diri juga menanggalkan beberapa prinsip idealis barangkali juga intelektualnya,. Yah. Memang kadang di zaman yang ketelaluannya terlampau kebangetan ini bahkan sepertinya masa depan kita di tentukan oleh orang lain dan juga beberapa lembaga tertentu untuk dapat memeluknya. Bagaiman tidak?   kadang untuk mendapatkan itu semua kita tentu mesti luwes dalam melamar sesuatu mesti punya kamampuan di atas rata-rata untuk mendapatkan sesuatu yang kita impikan. Semacam pintar mengunakan kata-kata metafor puitis terbaik ketika melamar sesuatu di instasi-instansi tertentu. Hidup terlampau sederhana bahkan sakin sederhananya kebanyakan orang enggan untuk mengakuinya dan memilih pada kesimpulan bahwa hidup itu keras bahkan sakin kerasnya ketika ada orang yang membangkang kita mengangapnya ia   keras kepala,. iya, mema...

Terbentur-Terbentur Tersungkur

Gambar
Terbentur-terbentur tersungkur; Ini tidak mewakili siapa-siapa ini mewakili diri saya sendiri yang selalu terbentur dan tidak mengaharapkan itu untuk terbentuk dan jika pun suatu saat nanti semua itu akan terbentuk itu hanyalah sesuatu yang hadir pada keterbenturan-keterbenturan itu sendiri sebab barangkali saya sendiri adalah keterbenturan itu sendiri.  Saya tahu tidak ada orang yang akan membaca semua ini dan saya pun tahu semua ini hanya sesuatu yang tak perlu di baca meski saya tahu Sesuatu perlu di baca. Buku, fenomena, maupun wacana. Dan beberapa fenomena sulit untuk di tafsirkan yang keluar dari seseorang yang benama perempuan. Mereka yang membuat psikologi beberapa pria terganggu sebab karna mungkin mereka adalah sesuatu yang paling absrak yang tak mungkin terbaca secara gamblang meski hampir semua pria adalah pembaca terbaik menyangkut hal ini, bacaan yang paling rumit yang perna ada di sepanjang perdaban lelaki, bahkan homo sapiens sendiri memerlukan beberapa...